
Bukakabar - Dewasa ini, di saat masyarakat urban semakin gemar menjalani gaya hidup aktif serta menjadikan olahraga bukan sekadar aktivitas fisik semata, muncul sebuah fenomena yang cukup menarik: olahraga raket bernama padel mulai menarik perhatian luas.
Di kota-kota besar Indonesia, seperti Jakarta dan Bali, kegiatan bermain padel sudah menjadi bagian dari rutinitas weekend atau konteks komunitas, bukan hanya sekadar hiburan sekali-kali.
Fenomena ini bukan tanpa sebab: struktur permainan yang relatif mudah dipelajari, nuansa sosial yang kuat, dan aspek gaya hidup yang kental menjadikan padel sebagai alternatif olahraga yang "fun" untuk berbagai kalangan.
Dalam konteks bisnis, muncul pertanyaan: apakah menyewa atau bahkan membangun lapangan padel bisa menjadi peluang usaha yang menjanjikan? Artikel berikut akan mengupas secara mendalam berbagai aspek terkait — mulai dari definisi dan tren padel di Indonesia, potensi pasar, kalkulasi investasi dan pendapatan, hingga aspek risiko dan cara mitigasi.
Yuk kita mulai dengan mengenal lebih dulu apa itu padel dan kenapa bisnis lapangan padel bisa masuk dalam radar investasi yang menarik.
Apa Itu Olahraga Padel dan Mengapa Usaha Lapangan Padel Menjanjikan?
Pengertian dan karakteristik padel
Padel adalah olahraga raket yang lahir dari perpaduan antara tenis dan squash. Permainannya dilakukan secara ganda (2 lawan 2) di sebuah lapangan yang dilengkapi dengan dinding kaca atau dinding solid lainnya sebagai bagian dari arena permainan. Raket yang digunakan berbeda dengan raket tenis (tanpa senar), bola sedikit lebih ringan, dan ukuran lapangan lebih kecil dibandingkan lapangan tenis biasa.
Karena karakteristik tersebut, padel dianggap lebih mudah diakses oleh pemula dibandingkan tenis. Sebagai contoh, awal mula pergerakan padel di Indonesia banyak dipicu oleh ekspatriat, pelajar, dan pekerja Indonesia yang mengenal olahraga tersebut di luar negeri, kemudian membawanya ke Indonesia.
Kenapa usaha sewa lapangan padel tampak menjanjikan
Berikut beberapa alasan kuat mengapa usaha lapangan padel bisa menjadi bisnis yang menarik:
-
Minat masyarakat yang terus tumbuh
Di Indonesia, tren padel berkembang sangat cepat. Menurut laporan, Indonesia sekarang masuk peringkat ke-6 di Asia Tenggara dari segi pertumbuhan padel dan ke-29 di dunia. Selain itu, komunitas yang awalnya kecil kini berkembang pesat, misalnya di Jakarta komunitas padel yang dulu beranggotakan sedikit kini telah memiliki ratusan hingga ribuan anggota. -
Jumlah fasilitas masih terbatas
Meski permintaan meningkat, ketersediaan lapangan padel di Indonesia masih terbilang sedikit dibandingkan potensi pasar. Contoh: sebuah laporan menyebut bahwa hingga pertengahan 2025 sudah ada lebih dari 170 lapangan di Indonesia, namun angka ini masih kecil jika dibandingkan dengan kota besar dan meningkatnya permintaan. -
Gaya hidup sosial dan rekreasi yang cocok untuk kota besar
Padel bukan hanya soal olahraga, tetapi juga aktivitas sosial dan networking. Bermain bersama teman atau komunitas membuat padel cocok untuk gaya hidup urban. Kombinasi antara olahraga ringan namun tetap menantang menjadikannya alternatif yang banyak dicari. -
Potensi pendapatan dari sewa lapangan dan layanan tambahan
Karena fasilitas padel masih terbatas dan permintaan tinggi, tarif sewa lapangan per jam bisa relatif tinggi dan tingkat pemanfaatan tinggi. Sebuah contoh: satu lapangan di Jakarta berhasil terisi hingga 98,3 % di beberapa jam puncak. Hal ini menunjukkan bahwa dengan manajemen yang tepat, lapangan padel bisa menjadi aset bisnis yang produktif.
Dengan alasan-alasan di atas, usaha sewa lapangan padel tampak sebagai peluang yang cukup menjanjikan — namun tentu bukan tanpa tantangan. Untuk melakukan dengan baik, kita juga harus memahami spesifikasi lapangan, aspek legalitas, investasi awal, risiko bisnis, dan strategi operasional. Mari kita masuk ke tiap aspek tersebut secara lebih mendalam.
Spesifikasi Lapangan Padel Standar Internasional
Untuk menjalankan usaha lapangan padel yang profesional dan menarik pemain — baik komunitas maupun yang serius — maka lapangan yang dibangun harus memenuhi standar yang diakui. Berikut adalah spesifikasi berdasarkan standar Federación Internacional de Pádel (FIP).
Ukuran lapangan
Ukuran lapangan padel untuk permainan ganda adalah panjang 20 meter dan lebar 10 meter. Standar ini ditetapkan untuk memastikan ruang gerak yang memadai dan permainan yang optimal.
Dinding dan penutup sekitar lapangan
-
Untuk dinding bagian belakang, wajib setinggi 3 meter.
-
Untuk dinding samping: bagian pertama dari arah net sepanjang 4 meter wajib tinggi 3 meter, kemudian di sisa panjangnya boleh menurun menjadi 2 meter.
-
Semua dinding harus bahan solid seperti kaca tempered untuk menghasilkan pantulan bola yang konsisten dan adil dalam permainan atau latihan.
Garis penanda lapangan
-
Garis-garis di lapangan harus selebar 5 cm dan dicat dengan warna yang kontras dengan permukaan lapangan agar mudah terlihat.
-
Garis servis berada sejauh 3 meter dari dinding belakang dan sejajar dengan net. Sementara itu, garis tengah servis ditarik tegak lurus membagi kotak servis menjadi dua bagian.
-
Semua garis wajib menggunakan bahan dan warna yang konsisten.
Ketinggian bebas di atas lapangan
-
Area di atas lapangan harus memiliki tinggi bebas minimal 6 meter dari permukaan lantai ke struktur apa pun seperti atap, balok, atau lampu.
-
Untuk lapangan baru, disarankan agar tinggi bebas ini mencapai 8 meter agar lob atau pukulan tinggi tidak terhambat.
Tinggi net
-
Net membentang sepanjang 10 meter, sesuai lebar lapangan.
-
Net digantung menggunakan kabel logam dengan diameter maksimum 0,01 meter agar stabil saat bermain.
-
Tinggi net di bagian tengah adalah 0,88 meter dan naik sedikit ke sisi tiang (0,92 meter).
Memiliki lapangan dengan spesifikasi yang sesuai standar ini akan membuat fasilitas Anda menarik bagi pemain komunitas, yang serius, hingga penyelenggara turnamen lokal. Hal ini juga menambah kepercayaan pengguna dan memungkinkan tarif sewa yang premium.
Investasi Awal dan Kalkulasi Potensi Pendapatan
Estimasi investasi
Biaya pembangunan lapangan padel sangat bervariasi tergantung lokasi, indoor/outdoor, bahan, finishing, dan fasilitas tambahan (seperti penerangan malam, atap, kaca, sistem drainase, ruang tunggu, kafetaria, dll.).
Beberapa data menunjukkan bahwa investasi untuk satu lapangan outdoor bisa berada di kisaran antara Rp 500 juta hingga Rp 800 juta di Indonesia. Sebagai contoh, pada ekspansi di wilayah Jabodetabek, salah satu operator menargetkan membangun 9 lapangan (8 reguler + 1 VIP) dalam satu proyek, menunjukkan skala investasi signifikan.
Estimasi pendapatan
Beberapa acuan pendapatan dan tarif di pasar Indonesia:
-
Tarif sewa lapangan: di Jakarta salah satu lapangan memilki tarif sekitar Rp 500.000 per jam untuk jam-puncak.
-
Laporan lainnya menyebut tarif per jam bervariasi Rp 150.000 – Rp 500.000 per jam tergantung lokasi, waktu, dan fasilitas.
-
Utilisasi jam: di satu lokasi, lapangan rooftop 4 lapangan di Ibukota mencapai hampir penuh (98,3%) di jam tertentu.
Mari kita buat skenario kasar: apabila satu lapangan disewakan 8 jam per hari dengan tarif rata-rata Rp 400.000 per jam, maka pendapatan harian per lapangan bisa mencapai Rp 3.200.000. Jika beroperasi 25 hari per bulan, pendapatan bulanan satu lapangan ≈ Rp 80 juta. Dalam setahun tanpa menghitung biaya: sekitar Rp 960 juta. Jika Anda memiliki 4 lapangan dalam satu lokasi, pendapatan bisa sekitar Rp 3,8 miliar per tahun. Tentunya, ini skenario optimis — perlu dikurangi biaya operasional, pemeliharaan, staf, listrik dan lain-lain.
Break-even dan ROI
Jika investasi satu lapangan Rp 600 juta dan pendapatan bersih (setelah biaya) per tahun Rp 300-400 juta, maka payback period (periode balik modal) bisa dalam kisaran 1,5-2 tahun. Untuk proyek multi-lapangan skala besar, skala ekonomi akan lebih menguntungkan.
Namun penting untuk mencatat bahwa tingkat utilitas sangat menentukan: jika lapangan sepi atau tarif rendah, atau lokasi kurang strategis, ROI bisa jauh lebih lambat.
Aspek Legalitas dan Perizinan
Sebelum mendirikan lapangan padel dan menjalankan bisnis sewa, aspek legal sangat penting agar usaha dapat berjalan lancar, aman, dan berkelanjutan. Berikut adalah beberapa perizinan dan dokumen yang perlu dipertimbangkan:
-
Nomor Induk Berusaha (NIB): Identitas legal usaha dari sistem OSS yang wajib dimiliki semua jenis usaha.
-
Akta Pendirian & SK Kemenkumham: Diperlukan untuk mendirikan badan hukum seperti PT atau CV.
-
NPWP Badan Usaha: Digunakan untuk kepentingan administrasi dan pelaporan pajak secara resmi.
-
Persetujuan Bangunan Gedung (PBG): PBG menggantikan IMB. Dokumen ini menunjukkan bahwa bangunan Anda sesuai aturan tata ruang.
-
Sertifikat Laik Sehat: Jika ada toilet, kantin, atau area publik, Anda perlu surat dari Dinas Kesehatan yang menyatakan tempatmu bersih dan higienis.
-
Sertifikat K3L: Menunjukkan bahwa tempat usaha aman secara keselamatan kerja, kesehatan, dan ramah lingkungan.
-
Rekomendasi Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora): Beberapa daerah mewajibkan dokumen ini, terutama jika lapangan Anda akan digunakan untuk kegiatan olahraga resmi atau turnamen lokal.
Memenuhi aspek legal dan regulasi akan membantu Anda menghindari sanksi, mempermudah kerjasama komunitas dan pihak olahraga, dan meningkatkan kepercayaan dari pengguna.
Analisis Pasar dan Segmentasi Pelanggan
Segmentasi pengguna
Dalam bisnis lapangan padel, ada beberapa segmen pengguna yang bisa dijangkau:
-
Pemula dan sosial players: Orang yang bermain untuk rekreasi, networking, nongkrong sehat.
-
Komunitas padel: Orang yang aktif dalam komunitas, rutin ikut fun match atau turnamen internal.
-
Klub dan atlet serius: Pemain yang ingin latihan, meningkatkan level, membutuhkan fasilitas yang lebih profesional.
-
Perusahaan/korporasi: Event corporate, team building, kegiatan karyawan.
-
Turnamen & event: Penggunaan lapangan untuk kompetisi lokal, nasional, acara sponsor.
Potensi pasar di Indonesia
Beberapa data terkini menunjukkan bahwa potensi pasar di Indonesia cukup besar:
-
Indonesia diperkirakan memiliki sekitar 5.000 hingga 8.000 pemain aktif padel, dengan lebih dari 15 lokasi lapangan nasional.
-
Laporan menyebut bahwa jumlah lapangan di seluruh dunia diproyeksikan mencapai hingga 70.000 pada akhir 2026, menunjukkan bahwa pertumbuhan industri masih cukup luas.
-
Dukungan dari pemerintah: Menteri Pemuda dan Olahraga mendukung perkembangan padel di Indonesia, yang membantu legitimasi dan potensi fasilitas olahraga.
-
Proyek pengembang properti yang memasukkan elemen lapangan padel ke dalam superblock menunjukkan bahwa konsep gaya hidup aktif + olahraga semakin diintegrasikan dalam kawasan hunian dan komersial. Contoh: Pengembang membangun 6 lapangan padel di Jakarta Barat atas kerja sama kawasan superblock.
Tren pengguna dan gaya hidup
Karakter padel yang “mudah dipelajari, sosial, dan fun” menjadikannya sangat cocok untuk kalangan urban yang mencari alternatif olahraga yang tidak terlalu teknis seperti tenis. Menurut laporan, banyak pemain yang awalnya “hanya coba” dan kemudian ketagihan setelah beberapa sesi. Selain itu, kegiatan padel juga sering ikut menjadi bagian dari gaya hidup, nongkrong sehat, jaringan komunitas—ini memperluas pangsa pasar bukan hanya atlet murni.
Risiko Bisnis dan Tantangan
Setiap bisnis tentu memiliki risiko dan tantangan. Berikut beberapa hal yang perlu diwaspadai dalam usaha lapangan padel:
-
Investasi awal tinggi
Pembangunan lapangan sesuai standar membutuhkan biaya besar. Jika lokasi sewa lahan atau indoor, biaya semakin tinggi. Salah satu pengguna Reddit menulis:“Very high cost of entry (courts and building depend on indoor or outdoor) and overhead (workers, maintenance and rent if you don’t own the land).”
Ini menunjukkan bahwa risiko finansial bisa cukup serius jika tidak dikelola dengan baik. -
Utilisasi yang tidak optimal
Meskipun permintaan tinggi, tidak semua jam akan penuh. Jika lapangan hanya digunakan sebagian hari atau jam sepi, pendapatan bisa jauh dari target. Lokasi, akses, marketing, komunitas aktif semuanya mempengaruhi. -
Persaingan yang akan meningkat
Karena potensi yang terlihat, banyak pemain bisnis yang mulai masuk. Proyek-proyek besar sudah muncul di kota besar. Apabila banyak lapangan baru bermunculan di area yang sama, tarif bisa turun atau utilitas menurun. -
Pemeliharaan dan operasional
Lapangan padel memerlukan pemeliharaan rutin: kaca, permukaan, penerangan, kebersihan, keamanan. Biaya operasional bisa signifikan jika fasilitas besar dan indoor. -
Regulasi dan lokasi
Persetujuan lahan, aturan zonasi, perizinan, akses transportasi, parkir — semua ini bisa menjadi hambatan jika tidak dipersiapkan. Jika lokasi jauh atau aksesnya sulit, pengguna mungkin memilih alternatif lebih mudah. -
Tren bisa berubah
Walau saat ini padel sedang naik daun, tidak ada jaminan bahwa tren akan terus melonjak tanpa penurunan. Oleh karena itu, strategi bisnis harus mempertimbangkan diversifikasi dan kelanjutan jangka panjang.
Strategi Praktis Untuk Memulai dan Mengoptimalkan Usaha Lapangan Padel
Berikut beberapa saran konkret agar usaha lapangan padel Anda lebih berhasil:
-
Pilih lokasi strategis: Idealnya area urban dengan akses mudah, parkir memadai, dekat dengan komunitas aktif atau pusat gaya hidup.
-
Bangun fasilitas sesuai standar, tapi sesuaikan skala: Jika modal terbatas, mulai dengan dua-tiga lapangan outdoor dengan spesifikasi cukup baik, kemudian ekspansi.
-
Buat tarif yang fleksibel & paket membership: Misalnya tarif berbeda untuk jam sibuk vs off-peak, paket bulanan, paket komunitas.
-
Bangun komunitas & event rutin: Komunitas adalah kunci untuk menjaga utilitas tinggi. Adakan fun match, league, coaching clinic, turnamen internal.
-
Tawarkan layanan tambahan: seperti pelatihan, sewa raket, kafe/ lounge, merchandise, event corporate team building — hal ini meningkatkan revenue non-sewa.
-
Manfaatkan teknologi booking online: Platform aplikasi booking memudahkan pengguna dan mengoptimalkan slot. Contoh: operator di Jakarta memakai aplikasi untuk booking lapangan.
-
Monitoring dan analisis data operasional: Pantau jam terisi, tarif, segmentasi pelanggan, feedback – agar bisa menyesuaikan strategi.
-
Prediksi diversifikasi: Bila hanya lapangan saja, risiko besar. Pertimbangkan menjual merchandise, pelatihan online, turnamen berbayar, sponsorship.
Studi Kasus Singkat: Ekspansi Padel di Indonesia
Sebagai contoh nyata, lihat perkembangan di Indonesia berikut:
-
Sebuah operator bernama La Padel menargetkan membangun 45 lapangan padel di Jabodetabek hingga akhir 2026. Proyek tersebut mulai dengan lokasi di Puri Indah, Jakarta Barat, di mana akan berdiri 9 lapangan (8 reguler + 1 VIP).
-
Pengembang properti di Jakarta Barat, yakni Ciputra Group bersama Commune Courts membangun 6 lapangan padel di kawasan superblock untuk mendukung gaya hidup aktif komunitas.
-
Di tingkat nasional, olahraga padel telah memasuki fase serius kompetisi. Contoh: Tim Nasional Padel Putri Indonesia berhasil meraih peringkat ketiga dalam FIP Asia Cup 2025 di Doha.
Dari kasus-kasus tersebut kita bisa melihat bahwa model bisnis lapangan padel bukan sekadar proyek kecil, melainkan proyek skala menengah hingga besar yang digarap serius. Hal ini juga menunjukkan bahwa peluang pasar dan investor sudah mulai merambah.
Kesimpulan
Melihat tingginya minat masyarakat terhadap olahraga padel dan minimnya jumlah fasilitas yang tersedia, usaha penyewaan lapangan padel memang merupakan peluang bisnis yang sangat menjanjikan. Namun, seperti bisnis properti dan olahraga pada umumnya, aspek legalitas, lokasi, fasilitas, manajemen komunitas, dan strategi operasional memegang peranan penting agar usaha dapat berjalan lancar dan berkelanjutan.
Mulai dari membangun lapangan dengan spesifikasi internasional (FIP), hingga mengurus perizinan usaha seperti NIB, PBG, NPWP, dan dokumen pendukung lainnya, semua proses ini membutuhkan perhatian detail, waktu, dan pemahaman terhadap regulasi yang berlaku.
Jika Anda memiliki lahan kosong atau ingin berinvestasi di bidang olahraga, membangun lapangan padel bisa menjadi pilihan yang menguntungkan — asalkan dilakukan dengan perencanaan yang matang.
Komentar0