BUA0GUMiGfG7TfY6TSY7Tpr7GA==

Potensi Energi Angin di Indonesia: Peluang Besar Menuju Masa Depan Hijau

Potensi Energi Angin di Indonesia: Peluang Besar Menuju Masa Depan Hijau

Bukakabar - Indonesia, sebagai negara kepulauan terbesar di dunia yang dikelilingi oleh lautan luas, memiliki sumber daya alam yang melimpah, termasuk potensi besar untuk energi terbarukan.

Di antara sumber-sumber tersebut, energi angin menawarkan salah satu peluang paling menjanjikan untuk mempercepat transisi energi nasional menuju masa depan yang lebih hijau dan berkelanjutan.

Meskipun sering luput dari perhatian dibandingkan energi surya dan panas bumi, potensi angin di Indonesia terutama di wilayah pesisir dan offshore adalah aset strategis yang kini mulai dieksplorasi secara serius.

Mengapa Energi Angin Penting bagi Indonesia?

Ketergantungan Indonesia pada bahan bakar fosil, terutama batu bara, masih sangat tinggi dalam bauran energi nasional.

Ketergantungan ini tidak hanya berkontribusi pada emisi gas rumah kaca (GRK) dan polusi udara, tetapi juga membuat harga listrik rentan terhadap fluktuasi pasar komoditas global.

Transisi ke energi terbarukan, termasuk angin, adalah kunci untuk mencapai beberapa target nasional yakni untuk:

  • Ketahanan energi dengan memanfaatkan sumber daya domestik (angin) mengurangi ketergantungan pada impor bahan bakar.
  • Memenuhi komitmen Nationally Determined Contribution (NDC) untuk mengurangi emisi GRK.
  • Menghubungkan daerah terpencil dan pulau-pulau kecil yang sulit dijangkau oleh jaringan listrik terpusat (grid).

Mengukur Kekuatan Energi Angin di Nusantara

Secara umum, Indonesia tidak berada di zona sabuk angin berkecepatan tinggi global, sehingga potensi angin darat (onshore) mungkin tidak sekuat di beberapa negara lain.

Namun, studi dan pemetaan yang lebih rinci menunjukkan adanya kantong-kantong angin yang sangat prospektif:

Pembangkit Listrik Tenaga Bayu (PLTB) Onshore

Potensi onshore umumnya terdapat di wilayah pesisir selatan dan pegunungan yang berangin kencang. Kecepatan angin yang optimal untuk pembangunan PLTB skala komersial di atas 6-7 m/s ditemukan di beberapa daerah:

  • Sulawesi Selatan: Wilayah Sidrap dan Jeneponto telah membuktikan kelayakan komersial dengan beroperasinya PLTB Sidrap (75 MW) dan PLTB Jeneponto (72 MW).
  • Jawa Bagian Selatan: Pesisir Jawa Tengah dan Yogyakarta menunjukkan potensi yang baik.
  • Nusa Tenggara Timur (NTT): Wilayah ini dikenal memiliki rezim angin yang stabil dan kuat.

Peluang Offshore yang Masif

Potensi terbesar energi angin Indonesia terletak di perairan lautnya (offshore). Karena perairan Indonesia yang luas dan dangkal di beberapa area, potensi untuk PLTB floating offshore atau PLTB fixed-bottom sangat menjanjikan.

Offshore memiliki keunggulan, yakni kecepatan angin di laut cenderung lebih tinggi, stabil dan turbulensi lebih rendah jika dibandingkan di darat, sehingga menghasilkan faktor kapasitas yang lebih tinggi.

Selain itu, pembangunan offshore meminimalkan konflik penggunaan lahan dan dampak kebisingan terhadap masyarakat.

Beberapa lokasi yang prospektif, antara lain adalah perairan sekitar Jawa Timur, dan beberapa area di Laut Sulawesi telah diidentifikasi sebagai lokasi dengan kecepatan angin tinggi yang ideal untuk pengembangan offshore di masa depan.

Tantangan yang Perlu Diatasi

Untuk mewujudkan potensi besar ini menjadi realitas, Indonesia menghadapi sejumlah tantangan, seperti regulasi dan kebijakan yang skema harga beli listrik atau (feed-in tariff) atau mekanisme intensif lain yang stabil dan menarik bagi investor jangka panjang sangat diperlukan.

Kepastian regulasi dapat mengurangi risiko proyek. Belum lagi, dibutuhkan perizinan yang berbelit untuk proyek energi terbarukan. Ini seringkali memakan waktu yang panjang dan melibatkan banyak lembaga yang dapat menghambat laju investasi.

Integrasi Jaringan (Grid)

Angin merupakan sumber energi yang intermiten atau tidak selalu bertiup. Mengintegrasikan daya angin skala besar ke dalam jaringan listrik yang ada memerlukan investasi pada teknologi smart grid, sistem penyimpanan energi seperti baterai atau BESS (Battery Energy Storage System) dan peramalan cuaca yang canggih untuk menjaga stabilitas sistem.

Pembiayaan dan Teknologi

Biaya awal yang dibutuhkan untuk instalasi turbin angin terbilang terus menurun secara global, namun tidak dapat dipungkiri bahwa biaya awal proyek masih tinggi. Diperlukan skema pembiayaan inovatif yang melibatkan bank domestik dan lembaga keuangan internasional.

Belum lagi, kapasitas lokal masih belum memadai. Keterampilan dan industri lokal perlu dikembangkan, mulai dari perakitan menara hingga pemeliharaan turbin untuk mengurangi ketergantungan pada impor teknologi dan menciptakan lapangan kerja.

Peluang Besar Menuju Masa Depan Hijau

Meskipun tantangan ada, potensi energi angin di Indonesia menawarkan peluang transformatif karena banyak investasi asing dan domestik yang masuk. Sebut saja keberhasilan PLTB Sidrap telah menarik minat investor asing dan domestik untuk mengembangkan proyek angin lebih lanjut, memicu pertumbuhan sektor energi terbarukan.

Pengembangan industri maritim juga tak lepas dari pandangan. Potensi offshore membuka peluang bagi industri galangan kapal, teknik lepas pantai, dan sektor jasa maritim untuk berpartisipasi dalam pemasangan dan pemeliharaan turbin di laut.

Ditambah lagi, pemerataan energi PLTB di pulau-pulau terpencil dapat menyediakan listrik yang lebih bersih dan andal, meningkatkan kualitas hidup masyarakat setempat dan mendorong pertumbuhan ekonomi regional.

Dengan adanya komitmen politik yang kuat, penyederhanaan regulasi, dan investasi pada infrastruktur jaringan dan penyimpanan energi, Indonesia dapat memanfaatkan potensi energi anginnya yang melimpah.

Energi angin bukan hanya sekadar alternatif, tetapi merupakan pilar penting dalam mewujudkan visi kemandirian energi dan masa depan yang rendah karbon bagi Nusantara.

Dalam upaya mewujudkan masa depan energi yang lebih hijau, pengembangan energi terbarukan seperti angin membutuhkan dukungan sistem energi yang fleksibel dan andal.

Di sinilah peran gas bumi sebagai energi transisi menjadi krusial. PGN LNG Indonesia berkontribusi mendukung transisi energi nasional melalui penyediaan solusi LNG yang lebih bersih dan adaptif, khususnya untuk menjaga keandalan pasokan energi ketika sumber terbarukan bersifat intermiten.

Dengan pengembangan infrastruktur LNG yang modern dan berkelanjutan, PGN LNG Indonesia turut melengkapi ekosistem energi terbarukan Indonesia, memastikan bahwa pertumbuhan energi hijau seperti angin dapat berjalan beriringan dengan ketahanan energi dan target dekarbonisasi jangka panjang. 

Komentar0

Type above and press Enter to search.

www.bariskabar.com www.webteknologi.com