Bukakabar - Arc The Culling Game merupakan salah satu alur cerita paling kompleks, brutal, dan menentukan dalam serial Jujutsu Kaisen karya Gege Akutami. Arc ini tidak hanya menyajikan pertarungan sengit antar penyihir jujutsu, tetapi juga memperlihatkan arah akhir cerita JJK secara keseluruhan. Tak heran jika banyak penggemar bertanya-tanya: kapan The Culling Game Arc Jujutsu Kaisen dimulai? Baik dalam versi manga maupun adaptasi animenya.
Artikel ini akan membahas timeline lengkap The Culling Game Arc, mulai dari latar belakang, posisi dalam alur cerita JJK, penjelasan sistem permainannya, karakter penting yang terlibat, hingga kemungkinan adaptasi animenya.
Sekilas Tentang Jujutsu Kaisen
Jujutsu Kaisen adalah manga bergenre aksi, supernatural, dan dark fantasy yang pertama kali terbit pada tahun 2018 di majalah Weekly Shonen Jump. Cerita berfokus pada dunia penyihir jujutsu yang bertugas melawan kutukan—makhluk lahir dari emosi negatif manusia.
Tokoh utamanya, Yuji Itadori, terlibat dalam dunia ini setelah secara tidak sengaja menelan jari Ryomen Sukuna, Raja Kutukan terkuat. Sejak saat itu, konflik demi konflik terus berkembang hingga mencapai puncaknya dalam Shibuya Incident Arc, yang kemudian menjadi jembatan menuju The Culling Game Arc.
Kapan The Culling Game Arc Dimulai?
Secara resmi, The Culling Game Arc dimulai pada manga Jujutsu Kaisen chapter 159. Chapter ini menandai awal konflik baru setelah kehancuran besar yang terjadi di Shibuya.
Arc ini berlangsung tepat setelah Shibuya Incident Arc berakhir, yang sebelumnya mengguncang dunia jujutsu secara masif—mulai dari penyegelan Satoru Gojo, kematian banyak karakter penting, hingga kekacauan tatanan penyihir jujutsu di Jepang.
Akhir Shibuya Incident sebagai Titik Balik
Untuk memahami pentingnya The Culling Game, kita perlu melihat apa yang terjadi di Shibuya.
Dampak Besar Shibuya Incident
Beberapa peristiwa krusial di Shibuya:
Satoru Gojo disegel oleh Kenjaku menggunakan Prison Realm
Banyak penyihir tingkat tinggi tewas
Dunia jujutsu kehilangan pelindung terkuatnya
Kenjaku berhasil melangkah lebih jauh dalam rencana besarnya
Shibuya Incident bukan sekadar arc penuh aksi, tetapi reset besar-besaran bagi dunia JJK. Setelah arc ini, dunia tidak lagi berada dalam kondisi normal.
Latar Belakang Munculnya The Culling Game
The Culling Game bukanlah ide spontan. Arc ini merupakan puncak dari rencana jangka panjang Kenjaku, antagonis utama yang telah hidup selama ratusan tahun dengan berpindah tubuh.
Tujuan Utama Kenjaku
Kenjaku menciptakan The Culling Game untuk:
Mengoptimalkan evolusi energi kutukan
Menggabungkan manusia dengan Tengen
Memaksa kebangkitan penyihir dari berbagai era
Menguji batas dunia jujutsu modern
Dengan kata lain, The Culling Game adalah eksperimen hidup berskala nasional.
Apa Itu The Culling Game?
The Culling Game adalah permainan bertahan hidup yang memaksa para peserta untuk saling membunuh demi mengumpulkan poin. Peserta terdiri dari:
Penyihir jujutsu aktif
Penyihir kuno yang dibangkitkan
Manusia biasa yang diberi teknik kutukan secara paksa
Permainan ini berlangsung di beberapa koloni yang tersebar di Jepang.
Aturan Dasar The Culling Game
Beberapa aturan utama dalam The Culling Game antara lain:
Peserta harus bergabung dalam permainan
Peserta yang tidak mendapatkan poin dalam jangka waktu tertentu akan dihukum
Membunuh pemain lain akan memberikan poin
Poin dapat digunakan untuk menambahkan aturan baru
Aturan-aturan ini membuat permainan menjadi tidak hanya brutal, tetapi juga strategis.
Posisi The Culling Game dalam Timeline Jujutsu Kaisen
Berikut urutan arc utama JJK hingga The Culling Game:
Fearsome Womb Arc
Kyoto Goodwill Event Arc
Death Painting Arc
Gojo’s Past Arc
Shibuya Incident Arc
The Culling Game Arc
Dari segi narasi, The Culling Game adalah arc transisi menuju klimaks akhir cerita.
Karakter Penting dalam The Culling Game Arc
Arc ini menyoroti banyak karakter dengan peran besar, di antaranya:
Yuji Itadori
Yuji semakin dewasa secara mental. Ia dihadapkan pada konsekuensi dari tindakannya dan tanggung jawab sebagai wadah Sukuna.
Megumi Fushiguro
Megumi menjadi pusat konflik emosional dan strategis. Keputusan-keputusannya sangat memengaruhi jalannya cerita.
Yuta Okkotsu
Sebagai salah satu penyihir terkuat generasi baru, Yuta menunjukkan kekuatan dan kepemimpinannya dalam arc ini.
Kinji Hakari
Hakari membawa gaya bertarung unik berbasis keberuntungan, membuat arc ini semakin menarik dan berbeda.
Nuansa Cerita yang Lebih Gelap
Jika dibandingkan dengan arc sebelumnya, The Culling Game:
Lebih minim humor
Lebih banyak konflik moral
Pertarungan lebih kejam
Strategi lebih kompleks
Arc ini menunjukkan bahwa Jujutsu Kaisen telah bergeser dari shonen standar menuju dark fantasy penuh tragedi.
The Culling Game Arc dalam Versi Anime
Hingga saat ini:
Anime Jujutsu Kaisen Season 2 berakhir di Shibuya Incident
The Culling Game belum dianimasikan
Namun, mayoritas penggemar dan pengamat anime sepakat bahwa:
Season 3 kemungkinan besar akan mengadaptasi The Culling Game Arc
Arc ini membutuhkan kualitas animasi tinggi karena pertarungannya sangat kompleks
Kenapa The Culling Game Arc Sangat Ditunggu?
Beberapa alasan utama:
Pertarungan antar penyihir level tinggi
Banyak teknik kutukan baru
Karakter-karakter favorit mendapatkan spotlight
Cerita mulai mengarah ke ending JJK
Arc ini juga menjadi bukti kematangan penulisan Gege Akutami.
Hubungan The Culling Game dengan Ending JJK
The Culling Game bukan arc pengisi. Hampir semua peristiwa di dalamnya:
Mempengaruhi konflik utama
Menentukan nasib karakter penting
Mengarah langsung ke pertarungan final
Dengan kata lain, memahami The Culling Game berarti memahami inti cerita Jujutsu Kaisen.
Kesimpulan
Jadi, The Culling Game Arc Jujutsu Kaisen dimulai pada chapter 159 manga, tepat setelah Shibuya Incident Arc berakhir. Arc ini merupakan titik krusial yang mengubah arah cerita secara total, menghadirkan permainan mematikan, konflik moral mendalam, serta pertarungan brutal yang menentukan masa depan dunia jujutsu.
Bagi penggemar JJK, The Culling Game bukan sekadar arc lanjutan—melainkan fondasi menuju klimaks akhir cerita.

Komentar0