Bukakabar - Antusiasme penggemar anime kembali memuncak. Setelah kesuksesan besar Jujutsu Kaisen Season 1 dan klimaks emosional di Season 2 (Shibuya Incident Arc), MAPPA dipastikan akan melanjutkan kisah ini ke Jujutsu Kaisen Season 3. Bagi para penggemar setia, satu hal sudah jelas: arc berikutnya adalah fase paling gelap, brutal, dan emosional dalam seluruh cerita Jujutsu Kaisen.
Season 3 bukan sekadar kelanjutan cerita, tetapi menjadi titik balik besar yang mengubah dunia jujutsu secara permanen. Oleh karena itu, penonton perlu melakukan persiapan—baik dari sisi pemahaman cerita, karakter, hingga mental—agar pengalaman menonton menjadi lebih maksimal.
Artikel ini akan membahas persiapan lengkap menyambut Jujutsu Kaisen Season 3, mulai dari ringkasan cerita sebelumnya, arc yang kemungkinan diadaptasi, karakter penting, hingga alasan mengapa season ini disebut sebagai yang paling kelam.
Kilas Balik Jujutsu Kaisen Season 1 dan 2
Awal Perjalanan Itadori Yuji
Di Season 1, penonton diperkenalkan dengan Itadori Yuji, seorang siswa SMA biasa yang hidupnya berubah drastis setelah menelan jari Sukuna. Ia kemudian masuk ke dunia penyihir jujutsu dan belajar mengendalikan kutukan demi melindungi manusia.
Season ini membangun fondasi dunia Jujutsu Kaisen:
Sistem kutukan
Teknik jujutsu
Hubungan antara penyihir dan roh terkutuk
Semua terasa seimbang antara aksi, humor, dan tragedi.
Shibuya Incident: Titik Kehancuran
Season 2 membawa cerita ke Shibuya Incident Arc, yang menjadi salah satu arc paling traumatis dalam sejarah anime modern. Banyak karakter penting gugur, keseimbangan dunia jujutsu runtuh, dan Sukuna menunjukkan betapa mengerikannya kekuatan sejati Raja Kutukan.
Peristiwa di Shibuya tidak hanya menghancurkan kota, tetapi juga menghancurkan mental para karakter utama, terutama Itadori Yuji.
Arc Apa yang Akan Diadaptasi di Jujutsu Kaisen Season 3?
Culling Game Arc: Arena Kematian Tanpa Ampun
Berdasarkan urutan manga, Jujutsu Kaisen Season 3 hampir pasti akan mengadaptasi Culling Game Arc. Arc ini merupakan konsekuensi langsung dari kekacauan Shibuya.
Culling Game adalah permainan berdarah yang dirancang oleh Kenjaku, di mana para penyihir dan manusia terbangun harus saling membunuh untuk bertahan hidup.
Ciri khas arc ini:
Pertarungan brutal tanpa henti
Moral abu-abu (tidak ada benar atau salah mutlak)
Banyak karakter baru dengan kekuatan ekstrem
Dunia jujutsu berubah total
Inilah alasan mengapa arc ini sering disebut sebagai fase tergelap Jujutsu Kaisen.
Persiapan Cerita: Hal yang Harus Diingat Sebelum Menonton
1. Kondisi Mental Itadori Yuji
Itadori tidak lagi menjadi karakter polos seperti di awal cerita. Trauma akibat tindakan Sukuna di Shibuya membuatnya:
Dipenuhi rasa bersalah
Kehilangan kepercayaan diri
Tetap bertarung meski membenci dirinya sendiri
Memahami kondisi psikologis Yuji sangat penting untuk menikmati Season 3, karena konflik batin akan menjadi elemen utama cerita.
2. Posisi Gojo Satoru
Gojo masih disegel. Tanpa kehadiran penyihir terkuat, dunia jujutsu berada di titik terlemah. Hal ini membuat:
Musuh semakin berani
Penyihir lain dipaksa tumbuh lebih cepat
Risiko kematian meningkat drastis
Season 3 akan menunjukkan dunia tanpa Gojo sebagai pelindung utama.
3. Ancaman Kenjaku yang Sebenarnya
Kenjaku bukan sekadar antagonis biasa. Ia adalah otak di balik:
Shibuya Incident
Culling Game
Evolusi manusia dan kutukan
Di Season 3, peran Kenjaku akan terasa lebih dominan dan mengerikan.
Karakter Penting yang Akan Bersinar di Season 3
Megumi Fushiguro
Megumi akan menghadapi konflik internal yang semakin kompleks. Teknik Bayangan Sepuluh Miliknya memiliki potensi besar, tetapi juga membawa risiko besar bagi dirinya sendiri.
Yuta Okkotsu
Sebagai tokoh utama di Jujutsu Kaisen 0, Yuta akan kembali memegang peran penting. Ia menjadi:
Harapan baru dunia jujutsu
Penyeimbang kekuatan di tengah kekacauan
Kehadirannya sangat dinanti oleh penggemar.
Karakter Baru yang Mematikan
Culling Game memperkenalkan banyak karakter baru dengan:
Teknik unik
Latar belakang kelam
Ambisi yang saling bertabrakan
Mereka bukan sekadar figuran, tetapi ancaman nyata bagi karakter utama.
Kenapa Jujutsu Kaisen Season 3 Disebut Arc Paling Gelap?
1. Tidak Ada Zona Aman
Di Season 3, hampir semua karakter bisa mati kapan saja. Tidak ada lagi jaminan keselamatan, bahkan bagi tokoh penting.
2. Kekerasan yang Lebih Intens
Pertarungan tidak lagi sekadar adu teknik, tetapi pertarungan hidup dan mati dengan konsekuensi permanen.
3. Tema Kemanusiaan yang Kelam
Season ini mengangkat pertanyaan berat:
Apa arti hidup dalam dunia penuh kutukan?
Apakah menyelamatkan orang lain selalu benar?
Seberapa jauh manusia bisa bertahan tanpa kehilangan jati diri?
Persiapan Mental Penonton
Bagi penonton anime, Season 3 bukan tontonan ringan. Persiapan mental yang disarankan:
Jangan terlalu berharap akhir bahagia
Siap menerima kehilangan karakter favorit
Nikmati cerita sebagai tragedi epik, bukan sekadar battle shonen
Pendekatan ini akan membuat pengalaman menonton lebih dalam dan bermakna.
Kualitas Produksi yang Dinantikan
MAPPA dikenal dengan:
Animasi pertarungan detail
Ekspresi emosional yang kuat
Musik latar yang mendukung suasana kelam
Jika standar Season 2 dipertahankan atau ditingkatkan, Jujutsu Kaisen Season 3 berpotensi menjadi salah satu anime terbaik dekade ini.
Tips Menikmati Jujutsu Kaisen Season 3
Rewatch Season 1 & 2 untuk memahami detail cerita
Perhatikan dialog kecil yang sering jadi foreshadowing
Jangan melewatkan episode awal—setup sangat penting
Diskusi dengan komunitas untuk memperkaya perspektif
Kesimpulan
Jujutsu Kaisen Season 3 bukan sekadar kelanjutan cerita, melainkan fase baru yang lebih gelap, brutal, dan emosional. Dengan mengadaptasi Culling Game Arc, anime ini akan menguji batas fisik dan mental para karakternya—dan juga para penontonnya.
Persiapan menyambut Season 3 bukan hanya soal mengingat alur cerita, tetapi juga menyiapkan diri untuk menyaksikan tragedi, pengorbanan, dan pertumbuhan karakter yang menyakitkan namun luar biasa.
Bagi penggemar sejati, satu hal pasti:
arc paling gelap baru saja dimulai.

Komentar0